Cara Menghitung Gaji Bersih
Dari gaji bruto di kontrak sampai angka yang benar-benar masuk rekening — setiap potongan dijelaskan urut.
Angka yang tertulis di surat penawaran kerja hampir tidak pernah sama dengan angka yang masuk rekening. Selisihnya bukan potongan sembarangan: ada urutan perhitungan baku yang sama untuk setiap karyawan di Indonesia. Setelah memahaminya, Anda bisa memeriksa sendiri apakah slip gaji Anda sudah benar.
Langkah 1: Menentukan penghasilan bruto
Penghasilan bruto adalah gaji pokok ditambah seluruh tunjangan tetap yang diterima rutin — tunjangan jabatan, tunjangan transport tetap, tunjangan makan tetap, dan sejenisnya. Bonus dan lembur juga masuk perhitungan pada bulan diterimanya. Inilah dasar dari semua perhitungan berikutnya.
Langkah 2: Potongan BPJS
Dari sisi karyawan ada tiga iuran yang dipotong langsung dari gaji:
- BPJS Kesehatan 1% — perusahaan menanggung 4%, karyawan 1%. Ada batas atas upah yang diperhitungkan, umumnya Rp12 juta, sehingga gaji di atas itu tetap dihitung dari Rp12 juta.
- JHT (Jaminan Hari Tua) 2% — perusahaan menanggung 3,7%, karyawan 2%. Tidak ada batas upah.
- JP (Jaminan Pensiun) 1% — perusahaan 2%, karyawan 1%. Iuran ini memiliki batas upah yang diperbarui setiap Maret mengikuti pertumbuhan ekonomi.
Iuran JKK dan JKM sepenuhnya ditanggung perusahaan sehingga tidak memotong gaji Anda.
Langkah 3: Biaya jabatan
Sebelum menghitung pajak, negara memberi pengurang otomatis bernama biaya jabatan sebesar 5% dari penghasilan bruto, dengan batas maksimal Rp6 juta per tahun atau Rp500 ribu per bulan. Pengurang ini berlaku untuk semua karyawan tanpa perlu bukti pengeluaran apa pun.
Langkah 4: PTKP sesuai status keluarga
PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah bagian penghasilan yang bebas pajak. Dasarnya Rp54 juta setahun untuk wajib pajak sendiri, ditambah Rp4,5 juta jika menikah, dan Rp4,5 juta untuk setiap tanggungan hingga maksimal tiga orang. Karena itu karyawan berstatus K/3 membayar pajak jauh lebih kecil daripada TK/0 dengan gaji yang sama.
Langkah 5: Tarif progresif PPh 21
Penghasilan kena pajak (PKP) dikenai tarif berlapis, bukan satu tarif tunggal. Lapisan pertama 5% untuk PKP sampai Rp60 juta, lalu 15%, 25%, 30%, dan 35% untuk lapisan di atasnya. Yang sering disalahpahami: jika PKP Anda menembus lapisan berikutnya, hanya kelebihannya yang dikenai tarif lebih tinggi — bukan seluruh penghasilan.
Praktikkan seluruh langkah ini sekaligus di Kalkulator Gaji Bersih, atau lihat rincian per lapisan tarif di Kalkulator PPh 21.
Contoh perhitungan
Karyawan lajang tanpa tanggungan dengan gaji bruto Rp10 juta per bulan: potongan BPJS Kesehatan Rp100 ribu, JHT Rp200 ribu, JP Rp100 ribu. Penghasilan setahun Rp120 juta dikurangi biaya jabatan Rp6 juta dan iuran JHT/JP menjadi dasar perhitungan, lalu dikurangi PTKP Rp54 juta. Sisanya dikenai tarif berlapis, dan hasil pajak setahun dibagi dua belas menjadi potongan bulanan.
Hal yang sering terlewat
Pertama, tarif dan batas upah berubah dari waktu ke waktu — pastikan angka yang Anda pakai adalah yang berlaku tahun ini. Kedua, karyawan tanpa NPWP dikenai tarif lebih tinggi. Ketiga, bonus dan THR dihitung terpisah sehingga potongan pajak pada bulan penerimaannya terasa lebih besar. Untuk THR, lihat Kalkulator THR dan panduan hak karyawan.
Pertanyaan Umum
Apakah lembur menambah potongan pajak?
Ya, upah lembur masuk penghasilan bruto bulan tersebut sehingga ikut diperhitungkan. Hitung upah lemburnya di Kalkulator Lembur.
Bagaimana jika saya bekerja kurang dari setahun?
Perhitungan tahunan disetahunkan (dianggap setahun penuh) lalu pajaknya dibagi jumlah bulan bekerja, sehingga potongan bulanannya tetap proporsional.
Panduan edukatif. Untuk kepastian, rujuk ketentuan resmi DJP dan BPJS yang berlaku.