PANDUAN

Panduan Weton Jawa

Pasaran, neptu, dan selapan — sistem penanggalan yang ternyata murni aritmetika.

Diperbarui 6 Agustus 2026 · Tim KKalkulator

Weton kerap dianggap sesuatu yang mistis dan sulit dihitung. Padahal secara mekanis ia hanyalah pertemuan dua siklus kalender yang berjalan bersamaan — dan karena itu weton siapa pun, pada tanggal berapa pun, bisa dihitung dengan pasti.

Dua siklus yang berjalan bersamaan

Siklus pertama adalah pekan tujuh hari yang kita pakai sehari-hari: Minggu sampai Sabtu. Siklus kedua adalah pasaran Jawa yang hanya berjumlah lima hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Keduanya berputar terus tanpa henti.

Karena tujuh dan lima tidak punya faktor persekutuan selain satu, kombinasi keduanya baru berulang setelah tiga puluh lima hari. Inilah yang disebut selapan — dan inilah alasan peringatan selapanan bayi jatuh pada hari ke-35.

Nilai neptu

Setiap hari dan pasaran memiliki nilai angka yang disebut neptu:

  • Hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9
  • Pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8

Neptu weton adalah jumlah keduanya. Seseorang yang lahir Jumat Legi memiliki neptu 6 + 5 = 11. Nilai terendah yang mungkin adalah 7 (Selasa Wage) dan tertinggi 18 (Sabtu Pahing).

Cara menghitung weton dari tanggal lahir

Hari dalam pekan mudah didapat dari kalender biasa. Untuk pasaran, diperlukan satu titik acuan yang sudah diketahui pasti, lalu dihitung selisih harinya dan dibagi lima. Kalkulator di situs ini memakai acuan 17 Agustus 1945 yang jatuh pada Jumat Legi — tanggal proklamasi yang sudah terdokumentasi luas.

Selisih hari dari acuan dibagi lima, sisanya menentukan pasaran. Metode ini bekerja untuk tanggal sebelum maupun sesudah acuan. Coba langsung di Kalkulator Weton.

Penggunaan neptu dalam tradisi

Neptu dipakai dalam berbagai hitungan adat: menentukan hari baik untuk hajatan, memperkirakan kecocokan pasangan, hingga memilih waktu memulai usaha. Untuk kecocokan jodoh, neptu kedua calon dijumlahkan lalu sisa baginya dengan delapan dipetakan ke delapan kategori tafsir. Hitungan ini tersedia di Kalkulator Jodoh Weton.

Perlu diingat bahwa hitungan semacam ini adalah warisan budaya yang dipakai sebagai bahan pertimbangan dan renungan, bukan penentu nasib. Banyak keluarga memakainya sebagai tradisi tanpa menjadikannya keputusan akhir.

Weton dan penanggalan lain

Kalender Jawa memadukan unsur Islam dan Hindu-Jawa, sehingga bulan-bulannya (Sura, Sapar, Mulud, dan seterusnya) sejajar dengan bulan hijriah. Untuk konversi ke penanggalan Islam, gunakan Konversi Hijriah, dan untuk menghitung usia dari tanggal lahir tersedia Kalkulator Usia.

Pertanyaan Umum

Apakah weton berganti saat matahari terbenam?

Dalam tradisi Jawa yang mengikuti pola Islam, hari dianggap berganti saat maghrib. Sebagian penghitung memperhitungkan hal ini untuk kelahiran malam hari, sebagian memakai tanggal masehi apa adanya.

Kenapa hasil bisa berbeda dengan hitungan sesepuh?

Perbedaan biasanya berasal dari patokan pergantian hari atau varian metode yang dipakai. Secara aritmetika, perhitungan pasaran sendiri bersifat pasti.

Disajikan sebagai informasi budaya.